Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Faktor-faktor Pendorong Terjadi Interaksi Sosial

Faktor pendorong interaksi Sosial
Faktor interaksi sosial


Pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial. Sehingga interaksi sosial pasti akan terjadi demi memenuhi kebutuhannya.
Karena interaksi sosial akan mempengaruhi salah satu orang ke orang lainnya yang terlibat di dalamnya.

Faktor pendorong Interaksi Sosial
Selain komunikasi, interaksi sosial juga akan terjadi melalui singgungan fisik, isyarat maupun perasaan. Seperti hal nya bau keringat, minyak wangi, suara orang berjalan, dan sebagainya. Sehingga mempengaruhi orang lain yang berada di sekitar.

Maka dari itu interaksi sosial memiliki faktor terjadinya. Berikut faktor yang mempengaruhi interaksi sosial :

1. Faktor Imitasi

Faktor Imitasi merupakan perilaku atau tindakan seseorang meniru pihak lain. Hal ini memiliki peran penting dalam interaksi sosial, karena bisa mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah, norma, dan nilai dalam masyarakat.

Faktor Imitasi sering muncul ketika timbul rasa ketertarikan kepada idola. Sering juga muncul saat ia mengagumi tokoh dalam keluarga, negara dan ilmuan.
Namun, dalam faktor Imitasi juga bisa berdampak pada tindakan negatif. Kemajuan zaman dan teknologi penyebab paling sering terjadi nya tindakan negatif dalam faktor Imitasi ini.

Pencurian data identitas untuk melakukan tindakan kejahatan juga marak terjadi. Peniruan bentuk wajah dan bentuk tubuh yang mengakibatkan gangguan pada kesehatan nya.

2. Faktor Sugesti.

Faktor Sugesti merupakan penerimaan suatu pengaruh oleh manusia yang diluar penalaran. Sebuah pemikiran yang tertanam dalam diri manusia yang akan mempengaruhi segala tindakan nya.

Sugesti timbul ketika seseorang ingin dipengaruhi atau memengaruhi orang lain. Tak jarang pula sugesti terjadi tanpa kita sadari dalam kehidupan sosial.

Sugesti dipengaruhi oleh faktor emosional dan kebiasaan. Ketika seseorang sedang mengalami gejolak emosional, mereka akan begitu mudah menerima sebuah sugesti dari lingkungan luar. Karena emosional bisa menghambat daya pikir seseorang secara rasional.

Begitu pula kebiasaan seseorang yang sering dan rutin ia lakukan akan tertanam dalam dirinya sehingga membentuk sebuah sugesti secara sendirinya, sehingga mempengaruhi dalam kehidupan bersosial.

3. Faktor Indentifikasi

Faktor Indentifikasi merupakan suatu proses meniru seseorang untuk menjadi seuatu hal yang ia inginkan. Untuk melakukan sebuah tindakan meniru pasti seseorang membutuhkan waktu untuk menyamai dengan hal yang dia inginkan. Hal inilah yang menyebabkan faktor identifikasi menjadi erat hubungannya dengan imitasi.

Karena identifikasi merupakan proses meniru seseorang, hal ini akan sangat mempengaruhi kehidupan sosialnya. Karena tujuannya adalah menyamakan bentuk ideal yang dikehendaki menjadi bagian dari dirinya.

4. Faktor Simpati.

Faktor Simpati merupakan rasa ketertarikan seseorang dengan orang lain yang berhubungan dengan perasaan tanpa ada pengaruh terhadap diri sendiri. Rasa ketertarikan hormat, belas kasih, kepada seseorang namun tidak memunculkan reaksi seolah-olah itu terjadi dalam diri sendiri.

4. Faktor Empati

Merupakan sebuah faktor ketertarikan seseorang kepada orang lain yang melibatkan perasaan secara mendalam. Pada dasarnya faktor ini hampir sama dengan simpati, perbedaan terletak pada empati yang memiliki perasaan bahwa yang terjadi oleh orang lain juga terjadi pada dirinya.

6. Faktor Motivasi.

Sebuah dorongan dan rangsangan semangat atau gairah seseorang yang didapatkan dari orang lain maupun lingkungan sekitar. Motivasi bisa menciptakan pikiran kreatif, inovatif, dan rasional terhadap orang yang telah menerima nya.


Bagaimana pembahasan kali ini ? Jika masih ada yang belum jelas bisa di tanyakan selebihnya di kolom komentar.

Post a Comment for "Faktor-faktor Pendorong Terjadi Interaksi Sosial"